Teknologi

Pola Berulang, Saat Dunia Perang dan Rusuh, Ada Orang Diam-Diam Bangun Internet Baru

Spread the love

LINTAS1AGUPENA.ORGTEKNOLOGI, Saat dunia dilanda ketegangan dan kekacauan, baik akibat perang maupun krisis ekonomi, sejarah menunjukkan bahwa inovasi besar sering lahir dari situasi sulit. Seperti pada tahun 1960-an, ketika ancaman perang nuklir mendorong Paul Baran dan Leonard Kleinrock menciptakan sistem komunikasi yang tahan banting. Sistem ini, dikenal sebagai packet switching, menjadi dasar internet modern yang kita kenal saat ini. Dari krisis tersebut, muncul jaringan yang mengubah cara manusia berkomunikasi.

Pada dekade 1970-an, proyek militer AS bernama ARPANET menjadi langkah berikutnya. Bob Kahn dan Vint Cerf kemudian mengembangkan TCP/IP, protokol yang memungkinkan internet tetap berfungsi meski satu jalur terputus. Inovasi ini menunjukkan bahwa bahkan di tengah ketidakpastian, manusia terus mencari cara untuk mempertahankan konektivitas. Hal ini terbukti relevan hingga hari ini, terutama saat bencana alam atau konflik mengganggu infrastruktur tradisional.

Contoh nyata terjadi pada tahun 2025 di Myanmar, ketika gempa besar memutus konektivitas. Starlink menjadi penyelamat dengan menyediakan akses internet darurat, menghubungkan kembali komunitas yang terisolasi. Di Nepal, jaringan nirkabel lokal bahkan mampu menyediakan internet untuk lebih dari 175 desa hanya dengan antena sederhana. Ini menunjukkan bahwa teknologi baru sering muncul sebagai solusi saat sistem lama gagal.

Sementara itu, dunia saat ini sibuk menghadapi perang, krisis ekonomi, dan inflasi. Namun, di balik kekacauan tersebut, Web3 sedang dibangun secara diam-diam. bank di tangan masing-masing, tanpa otoritas tunggal, dan tanpa batasan negara ini diharapkan menjadi jawaban atas ketidakpercayaan yang kini melanda. Menurut prediksi, pasar Web3 bisa tumbuh dari $3,3 miliar pada 2022 menjadi $815 miliar di 2030.

Bayangkan jika internet awal lahir dari perang dingin, maka Web3 lahir dari krisis kepercayaan. Para pionir internet pada tahun 90-an membuktikan bahwa mereka yang memahami teknologi bisa mengambil posisi setara dengan pemimpin zaman itu. Kini, generasi baru sedang membangun jaringan yang bisa mengubah masa depan, meski dunia runtuh di sekitar mereka.

Setiap kali dunia mengalami keruntuhan, selalu ada orang-orang kecil yang membangun jaringan baru. Mereka tidak mengejar stabilitas, melainkan menciptakan masa depan dari reruntuhan. Sejarah berulang, dan pola ini menegaskan bahwa dari setiap krisis, muncul harapan baru yang dibawa oleh inovasi tak terduga.

Trx


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *