Ekonomi

Kabar Baik untuk Perbankan Nasional, Menkeu Purbaya Bakal Tarik 200 T dari BI untuk Himbara

Spread the love

LINTAS1AGUPENAJakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru saja dilantik menggantikan Sri Mulyani Indrawati, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperketat disiplin fiskal guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global, Kamis (11/9/2025).

Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran akan dijaga agar defisit tetap di bawah 3% dari PDB. Langkah ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Purbaya mengumumkan rencana penarikan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat likuiditas bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran kredit, khususnya ke sektor UMKM dan infrastruktur. Menurutnya
dengan kerjasama ıtu, dana dapat tersalur ke masyarakat dengan bunga yang kompetitif dan membantu pemulihan berbagai sektor usaha serta tidak akan membebani APBN.

Kebijakan ini langsung menggairahkan pasar modal, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 1,5% pada penutupan perdagangan hari ini di level 7.200 poin. Kenaikan ini didorong oleh saham perbankan Himbara, dengan Bank Mandiri (BMRI) naik 2,27%, BNI (BBNI) 6,10%, BRI (BBRI) 5,41%, dan BTN (BBTN) 6,27%. Pasar merespons positif pengumuman ini sebagai sinyal kuat pemulihan ekonomi pasca-tekanan geopolitik global yang sempat memengaruhi IHSG pekan lalu.

Fokus perhatian juga tertuju pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bank-bank Himbara. Berdasarkan data per Februari-Maret 2025, LDR Bank Mandiri tercatat 92,5%, BNI 95,7%, BRI 86,58%, dan BTN 92,1%. Meskipun BRI berada dalam kisaran sehat menurut standar OJK (78%-92%), LDR BNI yang melebihi batas atas menunjukkan tekanan likuiditas, sementara Mandiri dan BTN berada di ambang batas. Purbaya optimis dana Rp200 triliun ini akan membantu menurunkan LDR dan memperkuat kapasitas penyaluran kredit.

Purbaya memproyeksikan bahwa suntikan dana ini akan mendorong kinerja bank-bank Himbara pada 2026, dengan pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 12-15% year-on-year. Diversifikasi portofolio ke sektor digital dan hijau juga diharapkan meningkatkan laba bersih hingga 20%, dengan Return on Equity (ROE) yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Purbaya memprediksi IHSG dapat mencapai 36 ribu poin pada akhir 2026, didukung oleh likuiditas perbankan yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi 5,5-6% dan target ambisius di 8%. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan untuk mengantisipasi risiko eksternal yang dapat mengganggu proyeksi optimistis ini.

Ty


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *