KPK Bakal Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Senilai 9 Triliun Era Nadiem
LINTAS1AGUPENA.ORG – Jakarta (19/05/25) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan laptop Chromebook dan layanan Google Cloud di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada masa kepemimpinan Nadiem Makarim.
Proyek bernilai Rp. 9 triliun untuk periode lima tahun itu mencakup kerja sama dengan Google Cloud yang diperkirakan menghabiskan Rp. 250 miliar setiap tahunnya.
Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri setiap aduan terkait tindak pidana korupsi, meski saat ini kasus tersebut masih dalam tahap evaluasi internal oleh tim penindakan KPK.
Proyek bertajuk “Laptop Merah Putih” ini menggunakan anggaran Rp. 3,7 triliun pada tahun 2021, yang berasal dari APBN sebesar Rp1,3 triliun dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik senilai Rp2,4 triliun.
Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan sekitar 189.840 unit laptop, proyektor, dan perangkat pendukung lainnya untuk 12.674 sekolah, serta 284.147 unit laptop buatan lokal untuk 16.713 sekolah di Indonesia.
Penggunaan Chromebook oleh Kemendikbudristek saat itu dinilai strategis karena mendukung pembelajaran digital berbasis cloud, namun kini proyek ini menjadi sorotan akibat dugaan adanya penggelembungan anggaran dan kurangnya transparansi dalam proses pengadaan.
Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, KPK seharusnya segera memanggil Nadiem Makarim untuk memberikan keterangan guna menjelaskan potensi penyimpangan dalam proyek ini. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam mengungkap alur kasus ini.
Saat ini, KPK disebut telah memeriksa setidaknya 10 saksi dalam tahap penyelidikan awal, namun Nadiem Makarim belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan ini, meskipun sejumlah media telah mencoba menghubunginya untuk konfirmasi.
Kasus ini menambah daftar panjang skandal korupsi di sektor pendidikan, yang menurut laporan Indonesian Corruption Watch telah merugikan negara hingga Rp.1,6 triliun antara tahun 2007 hingga 2021.
Proyek Chromebook, yang semula dirancang untuk mempercepat transformasi digital di dunia pendidikan, kini menjadi perhatian publik karena dugaan penyalahgunaan dana. Masyarakat berharap KPK segera mengungkap fakta di balik kasus ini untuk memastikan penegakan hukum yang adil dan transparan.
Kontributor Ty

