Arab Saudi Investasi Rp9.600 Triliun di AS untuk Bangun Pusat Data Raksasa
LINTAS1AGUPENA.ORG – Riyadh, (16 Mei 2025), Arab Saudi mengumumkan investasi sebesar Rp9.600 triliun (setara dengan $600 miliar) di Amerika Serikat untuk membangun pusat data raksasa melalui perusahaan Saudi, DataVolt, guna menjadikan kerajaan ini pemimpin global dalam kecerdasan buatan (AI). Investasi ini, yang dikelola oleh Dana Investasi Publik (PIF), difokuskan pada pengembangan infrastruktur AI, termasuk pusat data berkapasitas tinggi dan fasilitas penelitian teknologi canggih. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Visi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi dari ketergantungan pada minyak.
Penandatanganan kontrak investasi strategis ini berlangsung dalam Forum Investasi Saudi-AS di Riyadh, disaksikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyambut baik inisiatif tersebut sebagai tonggak kerja sama ekonomi bilateral. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Elon Musk, CEO Tesla, dan Jensen Huang, CEO Nvidia, yang perusahaan teknologinya akan memainkan peran kunci dalam proyek ini. Trump memuji komitmen Saudi, menyebutnya sebagai “langkah besar menuju masa depan teknologi global,” sambil menekankan potensi penciptaan lapangan kerja di AS.
DataVolt akan menggelontorkan $20 miliar (sekitar Rp332 triliun) untuk membangun pusat data AI dan infrastruktur energi di AS, sebagai bagian dari total investasi $600 miliar. Nvidia juga akan memasok 18.000 chip AI Blackwell GB300 terbaru untuk proyek ini, bekerja sama dengan startup AI Saudi, Humain, yang didukung PIF. Kolaborasi ini akan mencakup pembangunan pusat data berkapasitas 500 megawatt, yang diharapkan menjadi tulang punggung transformasi digital Saudi. Proyek ini juga melibatkan perusahaan seperti Google, Oracle, AMD, dan Salesforce, yang bersama-sama akan menginvestasikan $80 miliar untuk teknologi transformatif di kedua negara.
Ambisi Saudi untuk menjadi “Raja AI Dunia” didorong oleh visi Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang menyebut AI sebagai “minyak baru” abad ini. Investasi ini akan mendukung proyek domestik seperti NEOM, kota futuristik yang dirancang sebagai pusat inovasi AI, sekaligus memperkuat hubungan dengan AS melalui kemitraan teknologi. Namun, tantangan seperti persaingan global yang ketat, kekurangan talenta AI lokal, dan ketergantungan pada tenaga kerja asing tetap menjadi hambatan yang harus diatasi.
Reaksi di AS terhadap investasi ini bercampur. Pelaku industri menyambut baik dana yang akan mempercepat inovasi AI, tetapi beberapa pihak khawatir tentang implikasi geopolitik, termasuk keamanan data dan pengaruh asing. Pemerintah AS sedang mengevaluasi proyek ini untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi keamanan nasional. Sementara itu, kehadiran figur seperti Musk dan Huang dalam penandatanganan kontrak menunjukkan kepercayaan industri terhadap potensi proyek ini.
Dengan investasi ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk mengubah lanskap teknologi global. Dalam enam tahun ke depan, dunia akan melihat apakah pusat data raksasa DataVolt dan kemitraan strategis ini dapat menjadikan Saudi sebagai kekuatan dominan di bidang AI, sekaligus mempererat hubungan ekonomi dengan AS. Proyek ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membentuk masa depan digital umat manusia.
Kontributor Ty

