Pendidikan

Siap-Siap, Mulai Tahun Depan Guru-Guru SD Akan Dites Uji Kemahiran Berbahasa Inggris

Spread the love

LINTAS1AGUPENA.ORGJakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa mulai tahun 2026, guru-guru sekolah dasar (SD) di Indonesia wajib mengikuti uji kemahiran bahasa Inggris.

Kebijakan ini merupakan bagian dari persiapan menyongsong tahun ajar 2027/2028, di mana bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di SD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris di jenjang pendidikan dasar, seiring dengan semakin pentingnya penguasaan bahasa asing di era globalisasi, Kamis (25/09/25).

Uji kemahiran bahasa Inggris ini akan mencakup empat aspek utama, yaitu kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Tes ini dirancang untuk mengukur kompetensi guru dalam menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam proses pembelajaran dan memastikan guru-guru SD mampu mengajarkan bahasa Inggris dengan metode yang interaktif dan sesuai standar global, Rabu (24/9).

Untuk tahap awal, ditargetkan 50 ribu guru SD akan diuji kemahiran berbahasa Inggris pada 2026, dengan harapan menjangkau 200 ribu guru SD di seluruh Indonesia pada tahun 2027.

Pelaksanaan uji kemahiran ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari guru-guru SD di wilayah perkotaan, sebelum akhirnya menjangkau daerah-daerah terpencil. Kemendikbudristek juga berencana menyediakan pelatihan intensif bagi guru yang membutuhkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris. Program pelatihan ini bekerja sama dengan PT. Inggris Prima Raya, sebuah lembaga pendidikan internasional yang memiliki platform pembelajaran daring untuk memastikan akses yang luas bagi para guru, sehingga mereka siap menghadapi kurikulum bahasa Inggris wajib pada tahun ajar 2027/2028.

Namun, kebijakan ini menuai beragam tanggapan. Sebagian guru menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah untuk meningkatkan kompetensi mereka, tetapi tidak sedikit yang merasa khawatir akan tekanan tambahan.

“Kami sudah memiliki banyak tanggung jawab, dan tes ini mungkin akan menambah beban jika tidak didukung pelatihan yang memadai,” ujar seorang guru SD di Bandung. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) hingga hari ini belum memberikan respons tunggal terhadap tes kemahiran bahasa Inggris bagi guru-guru SD.

Kemendikbudristek menegaskan bahwa hasil uji kemahiran ini tidak akan memengaruhi status kepegawaian guru, tetapi akan menjadi dasar untuk menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran.

Pemerintah juga berencana untuk mengintegrasikan hasil tes ini dengan kurikulum Merdeka Belajar, yang menekankan pembelajaran yang lebih kontekstual dan kreatif. Dengan langkah ini, diharapkan pengajaran bahasa Inggris di SD dapat lebih menarik dan efektif bagi siswa saat menjadi mata pelajaran wajib pada tahun ajar 2027/2028.

Ty


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *