Ekonomi

Pernah Blak-blakan Dukung Sumitronomics, Akankah Purbaya Yudhi Sadewa Wujudkan Impian Prabowo?

Spread the love

LINTAS1AGUPENA.ORGJakarta, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru dilantik menggantikan Sri Mulyani, menjadi sorotan setelah menyatakan optimismenya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 8% sesuai arahan Presiden, Senin (8/09/25).

Dalam konferensi pers pertamanya usai dilantik, Purbaya menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi guna mengatasi keresahan sosial. Dengan pengalaman panjang di bidang keuangan dan ekonomi, ia diyakini mampu membawa angin segar bagi perekonomian nasional.

Purbaya dikenal sebagai pendukung setia “Sumitronomics,” pendekatan ekonomi yang terinspirasi dari Soemitro Djojohadikoesoemo, ayah Prabowo dan ekonom ternama era Orde Lama dan Orde Baru. Dalam Simposium Nasional “Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia” pada 3 Juni 2025, Purbaya blak-blakan memuji Sumitronomics sebagai strategi yang relevan untuk mencapai pertumbuhan inklusif. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi publik-swasta, stabilitas keuangan, dan pembangunan berbasis rakyat untuk memastikan kesejahteraan merata, sejalan dengan visi Soemitro untuk mengurangi ketimpangan sosial.

Pengalaman Purbaya selama 15 tahun dalam membaca dinamika pasar dan merumuskan kebijakan fiskal menjadi modal utama. Ia pernah mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) dalam menjaga stabilitas fiskal Indonesia, terutama saat menghadapi krisis global 2008 dan pandemi COVID-19. Sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya sukses menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan, memastikan likuiditas, dan mencegah krisis keuangan yang lebih parah.

Strategi Purbaya untuk mencapai target pertumbuhan 8% berfokus pada keseimbangan antara ekspansi ekonomi dan stabilitas fiskal. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung investasi swasta sambil menjaga defisit anggaran tetap terkendali. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakannya di LPS Finansial Festival Medan 20 Agustus 2025 bahwa Indonesia punya siklus bisnis 7 hingga 10 tahunan yang positif. Dengan belanja pemerintah yang optimal dan sektor rill berjalan dengan baik, ia yakin ekonomi Ri bisa tumbuh kencang.

Meski optimisme Purbaya mendapat sambutan positif dari beberapa kalangan, namun Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan mempertanyakan pengalamannya dalam kebijakan fiskal langsung. Publik menilai rekam jejak Purbaya sebagai ekonom dan pengelola krisis di LPS menunjukkan kemampuan berpikir pragmatis. Dukungannya terhadap Sumitronomics, yang mengutamakan persaingan sehat di sektor keuangan dan kemitraan strategis, diyakini dapat menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks.

Ke depan ini, Purbaya dihadapkan pada ekspektasi besar untuk mewujudkan impian Prabowo membawa Indonesia menuju kemakmuran. Dengan pengalaman dan visinya yang berpijak pada Sumitronomics, akankah kebijakannya berpotensi menciptakan terobosan ekonomi yang berkelanjutan atau sekedar impian. Di hadapan media, Purbaya mengaku “saya tahu betul cara perbaiki ekonomi!” Publik akan menanti langkah konkret dari pernyataan tersebut, ataukah dari sederet pengalamannya melihat pasar hanyalah sebuah retorika.

Ty


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *