Kemendikdasmen Umumkan Kurikulum Coding dan AI Siap 100% untuk Tahun Ajaran 2025/2026
LINTAS1AGUPENA.ORG – Jakarta, (21/05/25), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyelesaikan seluruh persiapan teknis untuk mata pelajaran (mapel) Coding dan Kecerdasan Buatan (AI) dengan tingkat kesiapan 100%. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa kurikulum ini akan menjadi mata pelajaran pilihan bagi siswa kelas 5 SD hingga SMA mulai tahun ajaran 2025/2026.
Untuk memastikan standar internasional, uji coba publik dilakukan di Australia, memanfaatkan keunggulan sistem pendidikan teknologi di negara tersebut. “Kami belajar dari praktik terbaik di Australia untuk memastikan kurikulum ini kompetitif secara global,” kata Abdul Mu’ti.
Kurikulum ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen, akademisi dari universitas terkemuka, dan mitra industri teknologi seperti Google, yang berkomitmen melatih lebih dari satu juta guru.
Materi yang disusun mencakup dasar-dasar pemrograman menggunakan platform seperti Scratch dan Blockly, pengenalan algoritma, serta konsep AI seperti pengenalan pola dan prinsip etika teknologi. Kurikulum ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan abad 21, termasuk pemikiran kritis dan literasi digital, tanpa mengabaikan nilai-nilai moral. “Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga bertanggung jawab,” ujar Abdul Mu’ti.
Uji coba di Australia dilakukan untuk menguji efektivitas materi dan pendekatan pengajaran, dengan fokus pada sekolah-sekolah yang telah menerapkan metode pembelajaran berbasis teknologi tinggi.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa lebih dari 80% siswa memahami konsep dasar coding dan AI dengan baik. Untuk mendukung implementasi, Kemendikdasmen telah menyiapkan pelatihan guru yang fleksibel, mencakup metode daring dan luring, agar sesuai dengan ketersediaan infrastruktur di berbagai sekolah. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan guru dapat mengajar dengan metode yang menarik dan relevan.
Penerapan kurikulum ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari sekolah-sekolah dengan fasilitas teknologi yang memadai. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa mapel ini bersifat opsional, memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing.
“Kami memberikan fleksibilitas agar sekolah dapat mempersiapkan siswa untuk masa depan tanpa tekanan,” tambahnya. Dukungan dari sektor swasta, termasuk akses ke platform pembelajaran digital, akan memperkuat implementasi kurikulum ini, yang dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2025 setelah Peraturan Menteri disahkan.
Inisiatif ini mendukung visi Indonesia Emas 2045 untuk menciptakan generasi yang unggul di bidang teknologi. Dengan pengalaman uji coba di Australia dan kolaborasi lintas sektor, Kemendikdasmen yakin kurikulum ini akan menghasilkan talenta digital yang kompetitif secara global.
“Kami mengadopsi pendekatan terbaik dari negara maju seperti Australia untuk memastikan siswa Indonesia siap menghadapi era digital, dari coding hingga AI,” tutup Abdul Mu’ti. Kurikulum ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju pendidikan yang inklusif dan berorientasi masa depan.
Kontributor: Ty
Foto Popmama

