Harmoni Paskah PKP Kolaborasi: Wujudkan ibadah, pembelajaran, dan kebersamaan
LINTAS1AGUPENA.ORG – SANGALLA‘, (13/05/25), Paskah Kolaborasi Gereja KIBAID Klasis Makale, Sangalla’, dan Sangalla’ Selatan berlangsung penuh hikmat di Gereja KIBAID Jemaat Tombang, Klasis Sangalla’, pada Selasa (13/05/25). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini mengumpulkan ratusan anggota Persekutuan Kaum Pria (PKP) dari tiga klasis, menawarkan rangkaian acara yang memadukan ibadah, pembelajaran, dan kebersamaan. Acara ini menjadi wujud nyata solidaritas kaum pria dalam memperkuat iman dan wawasan praktis untuk kehidupan sehari-hari.
Diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Ludia Ballo, peserta diajak menyiapkan hati untuk menerima berkat melalui kebersamaan dalam iman. Opening ceremony dibuka oleh Pnt. Philipus Bittikaka, Ketua Panitia, yang dengan penuh semangat menyatakan, “Kegiatan ini harus dimaknai sebagai pelayanan dalam kebersamaan, di mana kita saling menguatkan untuk kemuliaan Tuhan.” Sambutan ini mengajak antusiasme peserta untuk menjalani rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Seminar kesehatan menjadi sorotan utama, terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh dr. Geraldi Ayub Fujiwan Tombeq, Sp.M., yang memaparkan penanganan penyakit katarak pada pria. Dengan gaya penyampaian yang lugas, ia menjelaskan gejala, pencegahan, dan prosedur pengobatan katarak, yang relevan bagi banyak peserta. Sesi ini mengundang perhatian serius, terutama dari mereka yang peduli dengan kesehatan mata anggota keluarga.
Sesi kedua seminar kesehatan diisi oleh dr. Elia Tombeq Marrung, Sp.OG, yang membahas asam urat, osteoporosis, dan infertilitas pada pria. Dikemas dengan humor yang menyegarkan, materi ini memadukan penjelasan ilmiah dengan tips praktis, seperti pentingnya pola makan sehat dan olahraga. Tawa dan interaksi aktif peserta menandakan betapa menariknya penyampaian dr. Elia, membuat topik kesehatan terasa ringan namun bermakna.

Usai istirahat, sesi ketiga menghadirkan Marten Randa, SE., MM., dengan materi “Ternak Babi Skala Rumahan” menggunakan pendekatan studi kasus. Marten mengundang perwakilan PKP untuk berbagi tantangan beternak babi, seperti diare anakan, indukan lambat birahi, dan penyakit gatal-gatal. Solusi praktis yang ditawarkan, seperti penggunaan daun jambu untuk diare dan sanitasi kandang untuk gatal-gatal, sangat diapresiasi karena relevansinya bagi peternak rumahan. Diskusi interaktif ini memicu banyak pertanyaan dari peserta hingga menghasilkan 15 poin pertanyaan.

Sesi keempat diwarnai keceriaan melalui kuis spesial bertajuk “Berpacu dalam Kemenangan Iman” yang diselenggarakan panitia. Kelompok C dari Klasis Sangalla’ berhasil memenangkan kuis ini dengan kecepatan dan ketepatan menjawab pertanyaan di seputar lagu-lagu kemenangan iman. Sorak sorai dan tawa peserta menciptakan suasana penuh keakraban, mempererat hubungan antar-klasis.
Puncak acara adalah ibadah penutup yang dipimpin oleh Pdt. Agus Sajo dari Klasis Makale. Dikemas dalam format diskusi, ibadah ini mengangkat tema “Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga” dengan sub tema “Peran Strategis Bapak Mewujudkan Keluarga Damai Sejahtera” yang diambil dari Yohanes 20:26. Pdt. Agus mengajak peserta berbagi pengalaman tentang peran para ayah (bapak) dalam keluarga, menciptakan suasana harmonis, mampu mengatasi konflik, dan komunikatif. Pendekatan dalam bentuk diskusi ini membuat ibadah terasa hidup dan meninggalkan kesan rohani yang kuat.
Puji-pujian dikumandangkan oleh perwakilan PKP dari tiap klasis. Tidak luput perwakilan PKW Klasis Sangalla’ ikut berkontribusi menyumbang pujian dengan kompak dan selaras dengan tema paskah.



Mewakili 3 Klasis, Pdt Ludia Ballo Ketua BPMK Sangalla’ menutup seluruh kegiatan dengan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang hadir, dan berpesan PKP harus menjadi yang terdepan bagi PKW, karena maju tidaknya PKW juga dari kontribusi PKP.

Saat ramah tamah penutup, Pnt. Philipus Bittikaka menyampaikan apresiasi mendalam. “Saya sangat tersentuh melihat semangat kaum pria dalam acara ini. Kegiatan ini bukan sekadar belajar, tetapi juga memperkuat iman dan kebersamaan. Terima kasih kepada pemateri, panitia, dan peserta yang telah membuat acara ini sukses. Ini adalah bukti bahwa kita bisa bersatu untuk tujuan mulia,” ujarnya, disambut tepuk tangan riuh sebagai tanda acara tersebut sukses dilaksanakan.

Paskah Kolaborasi ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga wadah untuk mempererat tali persaudaraan antar-klasis dan menginspirasi kaum pria dalam pelayanan. “Kegiatan ini akan kami usulkan tahun depan di ulang tahun PKP untuk melibatkan semua Klasis di Tana Toraja, agar dampaknya semakin luas,” tutup Pnt. Philipus Bittikaka dengan penuh harap. Dengan antusiasme yang tercipta, acara ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk perayaan kolaborasi yang lebih besar di masa depan.
Kontributor Bahtiar Azis

