Mancanegara

Teheran Ngotot Luncurkan Misil ke Israel Beberapa Jam Setelah Israel Setujui Gencatan Senjata

Spread the love

LINTAS1AGUPENA.ORG – Teheran, Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan serangan misil ke wilayah Israel pada Selasa dini hari (24/06), hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan persetujuan Israel terhadap usulan gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump. Serangan ini memicu tuduhan pelanggaran gencatan senjata dari Israel, yang segera memerintahkan serangan balasan ke jantung Teheran.

Menurut laporan dari Associated Press, serangan misil Iran dimulai sekitar pukul 04.00 waktu Teheran, menargetkan wilayah utara dan selatan Israel, termasuk kota Beersheba. Serangan ini menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan delapan lainnya luka-luka, dengan satu misil menghantam bangunan tempat tinggal di Beersheba. Sirene peringatan serangan udara bergema di seluruh Israel, memaksa warga berlindung di tempat perlindungan bom selama hampir dua jam.

Presiden Trump sebelumnya mengumumkan melalui Truth Social bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata bertahap selama 24 jam, dimulai dari Iran pada tengah malam waktu Timur (ET) dan diikuti oleh Israel 12 jam kemudian. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah adanya “perjanjian” gencatan senjata, meskipun menyatakan Iran tidak akan melanjutkan serangan jika Israel menghentikan agresinya. Pernyataan ini menimbulkan ketidakjelasan mengenai komitmen Iran terhadap gencatan senjata.

Proses ini dimediasi oleh Qatar, dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dilaporkan berhasil mengamankan persetujuan Iran dalam komunikasi dengan Teheran. Meski demikian, keberhasilan mediasi ini dipertanyakan setelah serangan misil Iran, yang menunjukkan tantangan dalam menjaga komitmen kedua belah pihak terhadap kesepakatan sementara.

Merespons serangan misil tersebut, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menuduh Iran melanggar gencatan senjata dan memerintahkan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) untuk melakukan “serangan intensif” terhadap target rezim di pusat kota Teheran. Menurut Reuters, IDF melaporkan bahwa mereka berhasil mencegat sebagian misil Iran, tetapi kerusakan signifikan terjadi di Beersheba, termasuk kerusakan pada bangunan tempat tinggal dan fasilitas umum.

Situasi ini memperumit upaya diplomasi yang dimediasi oleh Qatar, yang dilaporkan berhasil meyakinkan Iran untuk menerima usulan gencatan senjata AS. Namun, serangan misil Iran pasca-pengumuman gencatan senjata menunjukkan kerapuhan kesepakatan tersebut. Warga Teheran melaporkan ledakan besar-besaran di ibu kota Iran setelah serangan balasan Israel, dengan laporan awal menyebutkan kerusakan pada infrastruktur militer dan sipil.

Ketidakpastian mengenai kelanjutan gencatan senjata ini memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan. Beberapa analis menyatakan bahwa serangan terbaru ini dapat melemahkan kepercayaan terhadap mediasi internasional, sementara warga di kedua belah pihak terus menghadapi ancaman serangan udara dan ketidakpastian. Komunitas internasional, termasuk Jerman dan PBB, mendesak kedua negara untuk mematuhi gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan untuk mencegah perang yang lebih luas.

Kontributor: Ty


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *