Dedi Mulyadi Baru Ngegas, Ekonomi Jabar Tumbuh 4,98% dan APBN Surplus 3,1 Triliun
LINTAS1AGUPENA.ORG – Bandung, (11 Mei 2025) – Perekonomian Jawa Barat menunjukkan performa gemilang pada kuartal I/2025 dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,98% secara year-on-year (yoy), melampaui angka nasional yang tercatat 4,87%.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, capaian ini didorong oleh kinerja sektor pertanian, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang baru dilantik, langkah awal kebijakan ekonomi tampaknya mulai membuahkan hasil, memberikan optimisme bagi masyarakat Jawa Barat.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, mencatatkan kenaikan sebesar 31,89% yoy, didukung oleh normalisasi pola tanam padi dan jagung. Sementara itu, sektor perdagangan tumbuh 6,23%, terutama karena lonjakan penjualan eceran selama Ramadan, khususnya pada peralatan informasi, makanan, minuman, dan sandang. Transportasi dan pergudangan juga tak kalah moncer dengan pertumbuhan 10,68%, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Meski demikian, konsumsi pemerintah turun drastis sebesar 42,62% akibat efisiensi anggaran di awal tahun.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama dengan kontribusi pertumbuhan 0,19%, diikuti oleh net ekspor yang melonjak 32,26% yoy. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat pada kuartal I/2025. Pertumbuhan ekonomi secara kuartal-ke-kuartal (q-to-q) tercatat sebesar 0,28%, menunjukkan stabilitas ekonomi meskipun menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas pasar ekspor.
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Barat juga mencatatkan surplus sebesar Rp3,1 triliun hingga Maret 2025, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total pendapatan negara mencapai Rp45,23 triliun (27,8% dari target APBN), didorong oleh penerimaan pajak sebesar Rp34,56 triliun, terutama dari Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas yang tumbuh 10,12%.
Realisasi pendapatan Pemprov Jawa Barat mencapai realisasi 32% hingga 2 Mei 2025, dan itu yang tertinggi secara nasional. Cara Dedi mengelola pendapatan dan belanja daerah mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp42,13 triliun (25,6% dari pagu APBN), menunjukkan pengelolaan fiskal yang prudent. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Dedi Mulyadi yang fokus pada penguatan sektor riil dan pemberdayaan UMKM. Program seperti peningkatan akses pasar bagi petani dan pelaku usaha kecil selama Ramadan disebut turut mendongkrak konsumsi domestik. Selain itu, investasi infrastruktur ketahanan pangan, seperti rehabilitasi irigasi dan distribusi benih, mendorong produktivitas pertanian. Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) juga tumbuh 13,45%, dengan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp11,23 triliun, memperkuat pembangunan lokal.
Meski capaian ini membanggakan, tantangan ke depan tetap ada. Penurunan konsumsi pemerintah perlu diimbangi dengan stimulus yang tepat agar tidak menghambat pertumbuhan. Selain itu, proyeksi ekonomi global yang melemah akibat faktor geopolitik dan kebijakan luar negeri, seperti dampak kebijakan Trump, menuntut Jawa Barat untuk terus berinovasi.
Fokus Dedi saat ini adalah membangun infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi, untuk membangun pertumbuhan ekonomi. Dengan fondasi kuat di kuartal I/2025, Jawa Barat di bawah Dedi Mulyadi juga diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan dan stabilitas fiskal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Kontributor: Ty

