Tegakkan Integritas dan Independensi Menyikapi Pemilu, Cipayung Tana Toraja Tolak Kelompok Relawan yang Mengatasnamakan All Cipayung
AGUPENA – TANA TORAJA, Menyikapi informasi di Media terkait hadirnya tim pemenangan salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang mengatasnamakan Relawan All Cipayung Tana Toraja mendapat reaksi dari berbagai pihak khusus nya kelompok Cipayung Tana Toraja yang didalam nya tergabung Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Toraja, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Makale, dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Makale (2/2/24).
Mereka menyayangkan adanya tindakan oknum yang melakukan hal tersebut tanpa sepengetahuan dari segenap pengurus dari kalangan organisasi yang tergabung dan lebih lanjut mereka menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar adanya.
Terkait dengan adanya Relawan All Cipayung Toraja, PMKRI Cabang Toraja yang tergabung dalam kelompok Cipayung ingin menegaskan bahwa adanya Relawan tersebut bukan lahir dari Kelompok Cipayung terkhusus PMKRI Cabang Toraja, Relawan tersebut harus di bubarkan karena kami menilai telah menciderai marwa dan independensi Organisasi.
Kami Masih menjaga Independensi Organisasi, kami juga sudah terakreditasi dari Bawaslu RI untuk terlibat sebagai pemantau Independen dengan Sertifikat No:27/PM.05/K1/10/2022. Jadi kami tidak mau gerakan yang dibangun selama ini di patahkan oleh Oknum yang hanya mementingkan kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu dan juga kami menegaskan bahwa PMKRI Cabang Toraja tidak perna berafiliasi dengan Partai Politik Manapun, tegas Demianus selaku Ketua Presidium PMKRI Cabang Toraja.
Senada dengan itu Yosi selaku ketua GMKI Cabang Makale secara tegas juga menolak adanya klaim yang menyatakan keterlibatan anggota GMKI dalam Relawan tersebut. Kami menegaskan bahwa prinsip-prinsip integritas dan etika organisasi harus dijunjung tinggi, dan tindakan yang melibatkan pencatutan organisasi tidak dapat diterima, sebab secara internal organisasi tidak pernah memberikan mandat dan persetujuan penggunaan nama organisasi untuk kepentingan politik tertentu, sebab itu jelas menciderai Marwah organisasi.
GMKI adalah organisasi kader yang berbasis mahasiswa yang tentunya memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara, namun tidak berdiri diatas kepentingan politik tertentu, sesuai dengan AD/ART GMKI, sehingga itu dianggap pelanggaran, perlu juga di perhatikan secara historis lahirnya Cipayung yang di bentuk oleh 5 organisasi kepemudaan pada tanggal 22 Januari 1972, murni untuk perjuangan mahasiswa untuk memberi sumbangsi bagi bangsa, bukan menjadi wadah kepentingan politik pihak tertentu seperti yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut, Kami sangat menyesalkan perbuatan itu tanpa satu pun konfirmasi kepada penanggung jawab cabang masing-masing organisasi yang terhimpun dalam cipayung di Tana Toraja, lanjut Yosi.
Senada Yosi, Ketua GMNI Tana Toraja Harmastanto Menegaskan bahwa adanya Relawan yang mengatasnamakan All Cipayung Toraja, GMNI Tana Toraja secara kelembagaan yang juga merupakan organisasi Cipayung tidak pernah memberikan legitimasi kepada anggota manapun untuk menjadi bagian dari Relawan yang dimaksud, adapun ketika ada yang mengatasnamakan GMNI, maka kami dengan tegas mengatakan bahwa yang bersangkutan bukanlah bagian daripada GMNI (mengaku-ngaku), GMNI secara khusus adalah organisasi Independen yang bebas dari Pengaruh Kepentingan Partai Politik Manapun
Kami Menuntut mereka yang terlibat sebagai relawan untuk tidak mencatut nama Cipayung Toraja karena itu mencederai gerakan aliansi yang dibangun selama ini dan kami akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menanggapi pelanggaran ini, termasuk menyelidiki dan mengambil tindakan disipliner sesuai dengan aturan dan norma organisasi kami sebagai komitmen untuk memelihara reputasi dan integritas organisasi ini dengan sungguh-sungguh tutup Harmas.
Penulis: Sandi Rante

