NALAR DEMOKRASIPolitik

Ecofarming dan Magical Tourism di Toraja Jadi Salah Satu Usulan Program Strategis Welem Sambolangi Saat Duduk di Senayan

Spread the love

AGUPENATANA TORAJA, Siapa yang tidak kenal Welem Sambolangi seorang politisi muda yang sudah 3 periode menjabat Ketua DPRD Tana Toraja. Welem juga dikenal sebagai Ketua Karang Taruna Tana Toraja periode 2022-2027. Selain aktif di bidang politik, sosialbudaya, Welem diketahui memiliki pandangan brilian terkait memajukan ecofarming dan magical tourism di Toraja.

Istilah Ecofarming adalah sistem pertanian yang ramah lingkungan, yang mengutamakan keseimbangan antara produksi, konservasi, dan kesejahteraan petani. Ecofarming dapat meningkatkan produktivitas tanaman, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida, serta menjaga keanekaragaman hayati dan kesuburan tanah. Welem Sambolangi mengunggah pemikirannya saat berjumpa dengan sejumlah pemuda bahwa ecofarming di Toraja memiliki potensi besar, yang memiliki lahan pertanian yang subur dan beragam, seperti padi, kopi, kakao, jagung, dan sayuran, dan potensi itu dapat dikembangkan menjadi titik-titik destinasi wisata yang dapat menambah PAD daerah jika dikelola secara profesional.

Politisi senior partai Golkar Tana Toraja itu juga menilai bahwa ecofarming dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pertanian di Toraja, seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketergantungan pada bantuan pemerintah. Berdasarkan pengalamannya, Welem mengusulkan beberapa langkah untuk mendorong ecofarming di Toraja, antara lain:

• Meningkatkan kapasitas dan keterampilan petani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan, melalui pelatihan, bimbingan, dan pendampingan lintas OPD terutama sinergitas OPD Pertanian dan Pariwisata.
• Mendorong kerjasama antara petani, pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil, untuk membangun jejaring, saling berbagi informasi, dan mengembangkan pasar, serta market wisata berbasis kearifan lokal.
• Membangun spot-spot destinasi wisata ecofarm.
• Memberikan insentif dan fasilitas kepada petani yang menerapkan ecofarming, seperti sertifikat, bantuan modal, peralatan, dan infrastruktur.
• Membangun kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap ecofarming, melalui sosialisasi, edukasi, dan kampanye, serta modelisasi kurikulum.

Sementara itu ditanya tentang potensi Magical tourism Welem menjawab kita punya agenda besar pula di konsep itu. Magical tourism adalah konsep pariwisata yang menawarkan pengalaman yang unik, menarik, dan mengesankan, yang berbeda dari pariwisata konvensional. Magical tourism menggabungkan unsur-unsur budaya, sejarah, alam, dan spiritual, yang dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan.

Welem Sambolangi melihat peluang besar magical tourism di Toraja, terutama di Kec. Simbuang dan Mappa beberapa kelompok masyarakat yang memiliki keyakinan Alu’ To Dolo masih mempertahankan ritual-ritual adat yang fenomenal dan tidak memiliki kesamaan pada daerah-daerah lain di Indonesia dan di dunia. Ini menurut Welem harus dikelola sebagai destinasi spiritual dengan pendekatan kolektivitas.

Magical tourism mengangkat berbagai potensi wisata pada daerah yang memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa, seperti upacara adat, arsitektur tradisional, situs megalitik, dan pemandangan indah. Bagi seorang Welem, magical tourism dapat menjadi strategi untuk meningkatkan daya tarik dan kesejahteraan pariwisata di Toraja, yang masih menghadapi tantangan, seperti persaingan, kualitas, dan keberlanjutan. Dengan pengalamannya, Ia mengusulkan beberapa langkah untuk mengembangkan magical tourism di Toraja, antara lain:

• Mengiklankan Toraja sebagai destinasi magical tourism, yang dapat memberikan pengalaman yang autentik, berkesan, dan bermakna, kepada wisatawan domestik dan internasional.
• Meningkatkan kualitas dan variasi produk dan layanan pariwisata, yang sesuai dengan standar dan kebutuhan wisatawan, serta menghargai nilai-nilai budaya dan lingkungan Toraja.
• Mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya generasi muda, dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata, melalui keterlibatan, kemitraan, dan penguatan kapasitas, dan keberlanjutan program dalam tata kelola digitalisasi.
• Membangun tata kelola dan regulasi pariwisata, yang dapat menjamin keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan, serta melindungi hak dan kepentingan masyarakat, pemerintah, dan wisatawan.

Perlu dicatat Welem Sambolangi maju sebagai Calon Anggota Legislatif untuk DPR RI dari Dapil 3 Nomor Urut 7 melalui Partai Golkar meliputi daerah pemilihan: Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, Sidrap, Enrekang, Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Jika dikehendaki oleh konstituen Welem Sambolangi bisa berkarya di DPR RI maka terkait keinginannya untuk memajukan ecofarming dan magical tourism di Toraja adalah salah satu impiannya, mengingat Welem juga adalah anak petani yang dekat dengan kehidupan akar rumput dan tumbuh di lingkungan itu.

Komitmennya untuk membesarkan petani dan industri pariwisata dapat dilihat pada program-program vitalnya yang lain, tak lain adalah impian masyarakat yang dijaringnya hampir di semua lapisan. Ia berharap, dengan ecofarming dan magical tourism, Toraja dapat menjadi daerah yang mala’bi, yaitu sejahtera, maju, dan berbudaya.


Kontributor: Jansen


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *