Perkuat IKM, Dinas Pendidikan Tana Toraja Gandeng MGMP Bahasa Indonesia Buat Pelatihan
AGUPENA – TANA TORAJA, Dinas Pendidikan Tana Toraja menggandeng sejumlah MGMP mata pelajaran perdalam implementasi kurikulum merdeka dari Kamis – Sabtu (26-28/10/23) di Aula Dinas Pendidikan dan Aula KSP Marendeng.
IKM Mapel yang dikelola oleh masing-masing MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) merupakan lanjutan dari Workshoop IKM yang sudah dilaksanakan Dinas Pendidikan di Hotel Sahid selama sebulan pada Oktober kemarin.
MGMP Bahasa Indonesia yang hari ini, Jumat (27/10/23) melaksanakan pendalaman IKM membedah topik CP, ATP, Assesment, Modul Ajar, dan materi tambahan yang dianggap urgen adalah Literasi Numerasi yang terintegrasi dalam rapor mutu satuan pendidikan.

Pemateri yang hadir memfasilitasi peserta antara lain Markus Era, S.Pd. dan Yuliaty Pandung, S.Pd., M.Pd. adalah Ketua MGMP Bahasa Indonesia dan Fasilitator Kementerian yang tergabung dalam Komunitas Pengajar Praktik dan Guru Penggerak Kab. Tana Toraja. Sedangkan pemateri ketiga adalah Sumartoyo, S.Pd., M.Si., sebagai pengurus MGMP, mewakili PP AGUPENA (Asosiasi Guru Penulis Indonesia) dan jejaring PISA (Programme for Internasional Student Assesment), serta Ema Lapuk, S.Pd. Kepala Sekolah Penggerak SMPN 1 Sangalla’ yang ikut memberi pengimbasan kepada peserta MGMP untuk memperkaya wawasan peserta.

Ketua MGMP Tana Toraja Yuliaty Pandung menyampaikan pelatihan yang disponsori oleh Dinas Pendidikan akan diteruskan setiap bulannya demi menindaklanjuti berbagai permasalahan yang dihadapi guru di sekolah, termasuk di dalamnya upaya memaksimalkan rapor mutu pendidikan sekolah masing-masing peserta.
Yuliaty menyampaikan pentingnya guru memahami assesment sebagai alat ukur perubahan sikap dan bahan evaluasi untuj guru memperbaiki kemampuan pedagogiknya. Assesment menurutnya adalah jantung atau ruh kurikulum merdeka dan juga instrumen penting dalam raport mutu pendidikan.
Menurut Yuliaty, Guru Bahasa Indonesia dikaruniai tugas mulia untuk memaksimalkan pembelajaran bahasa Indonesia secara kolaboratif dengan guru-guru mapel lain, karena bahasa adalah alat komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan keilmuan sekaligus komponen penting dalam kecakapan hidup peserta didik di masa depan.
Pandangan tersebut sejalan dengan materi penguatan literasi numerasi yang disampaikan Sumartoyo yang menyarankan perlunya ada di tiap satuan pendidikan Tim Literasi Sekolah sebagai wadah untuk membantu para guru dan tenaga kependidikan; membuat dan menyepakati petunjuk praktis pelaksanaan program membaca yang mendukung literasi dan numerasi di tingkat sekolah.

Di akhir sesi pelatihan, Fasilitator sekaligus Pengawas Pendidikan Markus Era memberi klosing statement, “Materi yang disampaikan hari ini tidak selesai sampai di sini, ini baru awal dari kolaborasi nyata guru-guru dan fasilitator, sekembalinya bapak ibu ke sekolah diharapkan dapat duduk kembali bersama kepala sekolah dan guru-guru lain untuk memperbaiki kualitas pendidikan sesuai harapan Pemerintah melalui Platform Merdeka Belajar”.
Dinas Pendidikan Tana Toraja memiliki komitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan partisipasi kepala sekolah, guru dan peserta didik untuk memaksimalkan penggunaan platform belajar.id dan pemanfaatan PMM sebagai sarana meningkatkan kompetensi padagogik guru dalam menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Kontributor: Muhammad Idrus

