GMNI RESPON PERNYATAAN BUPATI TANA TORAJA PADA MOMENTUM SUMPAH PEMUDA
AGUPENA – TANA TORAJA, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI) Tana Toraja merespon pernyataan Bupati Tana Toraja di momentum Upacara Sumpah pemuda 28 Oktober 2022.
Dalam ceramahnya, Theofilus Allorerung mengatakan “ Tantangan besar kita adalah pengangguran di kalangan pemuda, oleh karena itu keterampilan-keterampilan itu perlu, kreativitas, inovasi, kolaborasi, bagi pemuda itu adalah sangat penting”.
Bung Salman, Selaku Ketua cabang GMNI Tana Toraja menilai bahwa pernyataan itu tidak relevan dan kontradiksi dengan realisasi selama masa jabatan di periode ini, Makale (29/10/2022).

Hal tersebut dibuktikan dengan kurangnya ruang-ruang pemberdayaan bagi kalangan pemuda Tana Toraja, sehingga untuk memaksimalkan potensi, keterampilan, kreativitas, dan inovasi untuk bersaing di dunia kerja tidak terbuka lebar.
Lanjut Ketua GMNI, “Apalagi hampir di seluruh sendi kehidupan manusia saat ini sudah serba digital, harusnya penggangguran bukanlah sebuah tantangan jika ketersediaan sarana ada untuk mengakomodir keterampilan-keterampilan, kreativitas, inovasi, kolaborasi itu tadi.”
Bung Salman yang juga aktivis kemanusiaan menegaskan bahwa
seharusnya Pemerintah Kabupaten Tana Toraja pro aktif berkolaborasi dengan kelompok-kelompok pemuda ataupun instansi tertentu, agar mampu mengetahui dan merumuskan solusi bagi tantangan yang di maksud oleh Bupati di atas. Apalagi kita sedang berada pada periode puncak Bonus Demografi, sehingga jika kita tidak mampu mempersiapkan pemuda-pemuda yang kompetitif, maka momentum bonus demografi tersebut tidak bernilai kepada Kabupaten Tana Toraja.
Kontributor: Hajar Aswad

