Posko KKN UKI Toraja di Buttu Limbong Kedatangan Inovator Program KNPI Tator, Korlem: Kami Bangga Diberi Penguatan Wawasan Keilmuan
AGUPENA – TANA TORAJA, Posko KKN UKI Toraja di Buttu Limbong Kec. Bittuang Kab. Tana Toraja kedatangan inovator program DPD II KNPI Tana Toraja, Selasa (22/08/22). Ketua Tim Riset dan SDM, Sumartoyo, S.Pd., M.Si. bertandang ke posko KKN karena terpanggil secara nurani memberikan penguatan kepada mahasiswa UKI Toraja yang berjibaku di daerah tersebut.

“Selain sebagai bagian dari Keluarga Besar DPD II KNPI Tana Toraja, saya juga adalah Koordinator Bidang Pengembang Kapasitas Lulusan IKA UKI Toraja, yang dari awal wajib berbagi keilmuan dengan mahasiswa karena bidang saya adalah mendorong mahasiswa memiliki kecakapan keilmuan yang membawa manfaat yang strategis bagi masyarakat di mana mereka berKKN,” tutur Sumartoyo.
Mahasiswa UKI Toraja yang saat ini berKKN di Lembang Buttu Limbong berjumlah 12 orang dari berbagai jurusan di UKI Toraja. Saat ini mereka dalam tahap akhir mengimplementasikan beberapa program, seperti: gerakan jumat bersih, bimbingan belajar ke SD dan praktik mengajar di SMP, pembuatan gapura di Kantor Lembang, pemasangan penunjuk jalan, pemanfaatan pekarangan rumah dengan tanaman sayur jangka pendek, pelatihan menari untuk anak-anak remaja, dan pembuatan kompos bogasi yang masih berjalan.

Sayuran Segar
Kehadiran KNPI Tana Toraja dan juga sebagai perwakilan IKA UKI Toraja adalah untuk memberi penguatan kepada mahasiswa terkait program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yaitu pelatihan menari untuk remaja. Hal itu berdasarkan minat yang luar biasa dari masyarakat yang meminta agar anak-anak didekatkan pada kearifan lokal budaya Toraja. Sebagai penguatan, Sumartoyo, mengarahkan mahasiswa agar segera membentuk sanggar tari dan membentuk struktur kepengurusan. Dengan adanya kepengurusan sanggar, nantinya Lembang Buttu Limbong dapat mengganggarkan perlengkapan sanggar seperti gendang dan atribut untuk penari dan penabuh.
“Setelah sanggar tari jadi, sebagai contoh Sanggar Tari Buttu Limbong, nantinya kalau berjalan dengan baik dan peminatnya banyak, IKA UKI bersama KNPI bisa mengawal untuk dinaikkan menjadi PKBM sehingga jejak yang ditinggalkan mahasiswa tidak putus setelah mereka ditarik kembali ke kampus. Selain itu, program dalam bentuk pelatihan menari itu juga nanti akan diintegrasikan ke SMPN Satap 2 Bittuang dan ke SDN 177 Se’seng (di samping pelatihan pembuatan pupuk kompos yang juga akan ditarik ke sekolah) yang berada di wilayah Lembang Buttu Limbong untuk dijadikan muatan holistik P5 (Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila) Kurikulum Merdeka Belajar, sehingga apa yang sudah dirintis oleh mahasiswa terus berlanjut sehingga dari situ ke depannya akan banyak lahir turunan program,” lanjut Sumartoyo.
Guru-guru di SMPN 2 Bittuang yang mendapatkan info tersebut mengaku senang dan siap melanjutkan tongkat estafet pelatihan dari mahasiswa untuk melengkapi skenario Kurikulum Merdeka Belajar yaitu P5 yang adalah kewajiban bagi calon sekolah penggerak di kemudian hari.
Diberi penguatan yang bermanfaat, Herian Dwi Korlem KKN UKI Toraja mengucapkan terima kasih karena mahasiswa merasa bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan berhenti ketika mereka ditarik kembali ke kampus. “Informasi yang telah disampaikan sangat bermanfaat dan memberikan kami wawasan yang baru. Kami sebagai mahasiswa KKN tentunya membutuhkan arahan dan bimbingan mengenai program kerja yang kami jalankan terutama dalam membuat program kerja yang sifatnya berkelanjutan serta bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Herian.
Selain penguatan di atas, Sumartoyo juga berbagi wawasan kepada mahasiswa terkait bursa kerja yang sarat kompetisi di tahun-tahun mendatang, termasuk ancaman resesi dan krisis pangan di 2023 serta adanya peluang dari tantangan akibat resesi ekonomi, kesempatan kerja yang mungkin terbatas karena adanya proses otomatisasi dan digitalisasi. Untuk itu harapan IKA UKIT bersama KNPI agar mahasiswa harus pandai-pandai melihat peluang kerja dan tidak bergantung pada kondisi yang kelak harus dihadapi dengan berpasrah saja.
TIM KNPI
Editor: Hajar Aswad

