Khotbah

Roh Kudus menyatakan identitas Orang Kristen (Roma 8:1-17)

Spread the love

Khotbah Minggu 7 Juni 2020

Oleh: Pdt. Daniel Siampa, S.Th.

Identitas adalah ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang;
jati diri. Ungkapan: Identitas pembunuh itu sudah
diketahui polisi. Maksudnya: Ciri khusus pembunuh itu
sudah diketahui polisis sehingga memudahkan aparat
untuk merengkusnya tanpa ragu-ragu.

Identitas sangat
penting bagi setiap orang termasuk sebagai orang
percaya atau orang Kristen terutama dalam tugasnya
sebagai saksi Kristus. Dengan peranan Roh Kudus yang
kita sudah peringati keturunan-Nya pada hari Minggu
yang lalu akan menyatakan identitas kita sebagai orang
Kristen. Berdasarkan pembacaan Firman Tuhan hari ini
kita akan melihat beberapa ciri khusus orang Percaya
kepada Yesus, yakni:

Pertama, Kita adalah milik Kristus (1-13).

setiap orang percaya sehingga dia berusaha hidup sesuai
kehendak Kristus. Orang percaya harus sadar bahwa
dirinya adalah milik Kristus, bukan milik dirinya sendiri.
Tujuan hidupnya bukan untuk menyenangkan dirinya
atau tidak mengikuti keinginan daging tetapi untuk
menyenangkan hati Allah (8-9). Seperti seorang yang
membeli sepatu. Apabila sepatu itu sudah dibeli maka sepatu itu berada dalam kekuasaan yang sudah
membelinya. Entah orang itu pakai untuk menendang batu,
menginjak lumpur atau kotoran ternak, sepatu itu tidak
berhak komplen. Demikian juga kita sebagai orang
percaya yang sudah dibeli dengan harga yang sangat
mahal oleh Krsitus yakni dengan darah yang mahal, maka
kita harus sadar untuk melakukan apa pun yang
dikehendaki Krsitus sebagai pemilik kehidupan kita.

Jauhkalah dari kehidupan kita hal-hal perbuatan daging
karena hal itu jahat di mata Tuhan. Rasul Paulus
menuliskan tentang perbuatan daging dalam Galatia 5:19-
21 yang harus dijauhakan dari kehidupan orang percaya,
karena “barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian,
ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah”.
(Gal. 5:21)

Kedua, Kita adalah anak-anak Allah (14-17)

Yohanes 1:12 mengatakan, “… mereka yang menerima
Dia diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah,
yaitu mereka yang percaya kepada nama-Nya.”
Sebagai orang percaya, kita disebut oleh Allah sebagai
anak-anak-Nya.

Suatu berkat dan kehormatan yang luar
biasa. Diangkat menjadi anak seorang penguasa, pejabat
seperti bapak Presiden merupakan hal yg luar biasa, apa
lagi dijadikan anak oleh Allah.
“Sebab, semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah
adalah anak-anak Allah.” (14). Oleh iman di dalam Yesus
Kristus maka kita dapat memanggil Allah “Abba, Bapa”.
Hal ini menunjukkan betapa dekatnya kita dengan Allah.

Mantan Presiden RI, Abdul Rahman alias Gusdur perna
berkata, “Kalau orang Hindu Tuhannya itu agak dekat
sehingga mereka menyapa Tuhan, “om, om suasti astu
om”; kalau orang Kristen lebih dekat lagi sehingga
berkata, “Bapa kami di Surga”. Kalau kita orang muslim
sepertinya Tuhan jauh sekali sehingga kita harus
menggunakan TOA saat sholat.

Allah, bapa kita sudah menjadikan kita sebagai pewaris
kerajaan Allah (17). Berkat, kekayaan di dalam Sorga
sudah menjadi ahli waris kita di dalam Kristus maka
hendaknya kita hidup sebagaimana hedaknya seorang
anak-anak Tuhan.
Jangan kita hidup semaunya, hidup mengikuti keinginan
daging kita. Berusahalah untuk meninggalkan
perbuatan dosa, keinginan daging, kebiasaan buruk yang
tidak berkenan kepada Allah, Bapa di Sorga.

Hidup sesuai
kehendak Tuhan sungguh tidak mudah, karena dibutuhkan: kesabaran dan
kekuatan. Penderitaan pisik bisa saja terjadi pada diri kita
ketika mengikuti kehendak Tuhan (17), akan tetapi jika
kita bandingkan dengan kemuliaan yang disediakan
Tuhan bagi yang setia kepada Tuhan maka sangat jauh
perbandingannya (18).

Ketika Yesus Kristus datang
kembali ke dunia ini, Yesus akan mendirilkan Kerajaan
Allah, Kerajaan Damai, Kerajaan Seribu Tahun. Semoga
kita mendapat bagian dalam kerajaan tersebut. Kita ikut
memerintah bersama-sama dengan Yesus. Jabtan dalam
kerajaan Allah itu ditentukan oleh “jerih payah”, kerja,
investasi kita di dalam Tuhan selama hidup di dunia ini.
Karena itu, marilah kita senantiasa setia melakukan apa
yang Tuhan percayakan atau karuniakan kepada kita.
Hiduplah sesuai kehendak-Nya Tuhan, bukan
kehendaknya diri kita sendiri. Tuhan Yesus senantiasa
menyertai kita, amin.

Bahan Khotbah

Tim Agupena


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *