Mancanegara

Memanen Cuan dari Konflik Israel – Iran, Siapa Saja?

Spread the love

LINTAS1AGUPENA.ORG – Mancanegara, Di tengah ketegangan global, perang ternyata membawa dampak tak terduga bagi dunia bisnis. Uang dan senjata menjadi dua elemen yang saling berkaitan, menciptakan peluang bagi yang siap memanfaatkannya. Pasar menunjukkan sisi pragmatisnya, di mana resiko dan peluang berjalan berdampingan, sementara konflik menjadi momen emas bagi beberapa pihak untuk meraup keuntungan.

Di tengah konflik Israel – Iran yang makin memanas, Rusia menunjukkan strategi yang cerdik tanpa harus terlibat langsung dalam konflik. Tanpa mengirim pasukan, mereka memanfaatkan kenaikan harga minyak untuk meningkatkan ekspor. Sorotan dunia beralih ke hubungan Iran-Ukraina, yang justru dimanfaatkan Rusia untuk tampil sebagai mediator. Konflik ini memberikan ruang manuver tanpa biaya besar, menjadikan Rusia salah satu pemeran utama di balik layar.

Di sisi lain, Israel mencuri perhatian lewat Elbit Systems, perusahaan pembuat Iron Dome, drone, dan radar. Sahamnya sempat melonjak hingga $420, mencatat rekor tertinggi. Permintaan dari IDF dan negara-negara lain yang panik akan perlindungan meningkat drastis.

Sementara itu, industri energi juga tak ketinggalan merasakan gelombang cuan. ExxonMobil, Chevron, Aramco, dan perusahaan ekspor minyak lainnya meraup keuntungan besar. Kenaikan harga minyak menjadi pemicu utama, dengan profit yang melesat tajam. Pasokan dipertaruhkan, dan pasar bereaksi cepat sebelum fakta benar-benar terungkap.

Saham perusahaan pertahanan pun dibuat untung, seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Raytheon (RTX) melonjak signifikan. Saham Lockheed Martin naik dari $456 ke $482, Northrop Grumman dari $480 ke $509, sementara Raytheon dari $139 ke $149—semuanya terjadi hanya dalam beberapa hari. Investor berlomba masuk, melihat perang sebagai pintu masuk menuju kontrak baru dan keuntungan besar.

Perang Israel-Iran yang pecah ternyata membuka peluang bagi perusahaan senjata, raksasa minyak, dan bahkan Kremlin. Dalam geopolitik modern, chaos sama dengan cashflow. Dunia bisnis belajar beradaptasi, menjadikan setiap konflik sebagai ladang emas yang siap dipanen.

Kontributor: Ty


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *