Mancanegara

AS Luncurkan Serangan Militer terhadap 3 Situs Nuklir Iran, Picu Reaksi Global

Spread the love

LINTAS1AGUPENA.ORG – Washington, Amerika Serikat akhirnya meluncurkan serangan militer terhadap fasilitas militer Iran pada Sabtu malam (21/06), menargetkan situs yang diduga terkait program nuklir dan pangkalan milisi pro-Iran. Pentagon menyatakan serangan ini sebagai “tindakan defensif” untuk mencegah ancaman terhadap keamanan regional dan sekutu AS. Presiden AS mengklaim operasi tersebut sukses, namun belum merinci jumlah korban atau kerusakan. Pemerintah Iran menyebut serangan ini sebagai “pelanggaran kedaulatan” dan bersumpah akan membalas, Minggu (22/06).

Seperti dikutif dari Aljazera, Teheran dengan cepat mengutuk serangan tersebut, dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyerukan “respons tegas” terhadap AS. Dalam pidato televisi, Presiden Iran menyatakan bahwa negara itu akan mempercepat pengembangan pertahanan militernya dan memobilisasi sekutu regional. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat hari ini untuk membahas eskalasi ini, sementara laporan awal menyebutkan Teheran telah meminta dukungan dari Rusia dan Tiongkok.

Rusia mengecam serangan AS sebagai “tindakan agresi yang sembrono” yang dapat memicu konflik lebih luas di Timur Tengah. Juru bicara Kremlin menyerukan semua pihak untuk menahan diri, sambil menegaskan dukungan Moskow untuk kedaulatan Iran. Tiongkok, di sisi lain, mendesak dialog diplomatik dan mengkritik AS atas “pendekatan unilateral” yang mengabaikan hukum internasional. Kedua negara dilaporkan meningkatkan komunikasi dengan Teheran untuk mengkoordinasikan langkah selanjutnya.

Sekutu AS di Eropa menunjukkan respons yang beragam. Inggris mendukung serangan tersebut, menyebutnya sebagai “langkah proporsional” untuk menangani ancaman Iran, sementara Prancis dan Jerman meminta de-eskalasi segera. Uni Eropa mengeluarkan pernyataan yang menyerukan negosiasi untuk mengembalikan kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) sebagai solusi jangka panjang. Di Timur Tengah, Arab Saudi dan Israel diam-diam menyambut serangan itu, meski tidak secara terbuka mengakuinya.

Pasar global bereaksi keras terhadap ketegangan ini. Harga minyak melonjak 12% dalam perdagangan pagi ini, dengan Brent mencapai $95 per barel, karena kekhawatiran atas gangguan pasokan dari Teluk Persia. Bursa saham di Asia dan Eropa turun tajam, sementara dolar AS menguat sebagai aset safe-haven. Analis memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu resesi global jika rantai pasok energi terganggu.

Masyarakat internasional kini menunggu langkah Iran dan potensi eskalasi lebih lanjut. Aktivis perdamaian di seluruh dunia menyerukan gencatan senjata dan dialog, dengan demonstrasi anti-perang direncanakan di beberapa ibu kota. Sementara itu, laporan intelijen menunjukkan bahwa Iran mungkin mempersiapkan serangan balasan terhadap aset AS di kawasan, meningkatkan ketegangan di Timur Tengah hingga titik didih baru.

Kontributor: Ty


Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *