Kesal Gaji 6 Bulan Belum Dibayar, Operator Sekolah di Sumba Nekat Tikam ASN
LINTAS1AGUPENA.ORG – Waikabubak, Seorang staf operator sekolah berinisial EKS (25) di SDK Ilhaloko Mangganipi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, ditangkap polisi setelah melakukan penikaman terhadap Aloysius Lede Bora (46), Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) setempat, Selasa (17/06/25).
Insiden tragis ini terjadi di kantor Dinas PPO pada Senin malam, 16 Juni 2025, dipicu oleh kekesalan pelaku karena laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terus-menerus dikoreksi sejak Maret dan tidak kunjung usai.
Menurut keterangan polisi, EKS merasa frustrasi karena laporan dana BOS yang ia susun berulang kali diminta diperbaiki oleh korban, Aloysius. Situasi ini diperparah oleh fakta bahwa EKS, sebagai tenaga honorer, tidak menerima gaji selama enam bulan terakhir.
Ketidakpastian finansial ini diduga menjadi pemicu emosi yang memuncak, hingga akhirnya EKS nekat menikam Aloysius menggunakan senjata tajam saat kembali ke kantor dinas untuk melengkapi dokumen.
Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Joko Susanto, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian. Aloysius, yang menderita luka tikam di bagian dada, segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga kini, kondisi korban masih kritis, dan polisi tengah mendalami motif lebih lanjut serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. Pelaku kini ditahan di Polres Sumba Barat Daya dan dijerat dengan pasal penganiayaan berat berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Kasus ini mencerminkan masalah serius terkait kesejahteraan tenaga honorer di sektor pendidikan, khususnya di daerah terpencil seperti Sumba Barat Daya. Data dari Dinas Pendidikan setempat menunjukkan bahwa sejumlah guru dan staf honorer kerap menghadapi keterlambatan pembayaran gaji, sebagian bahkan hanya digaji Rp50.000 per bulan, sehingga memicu desakan dari berbagai pihak agar pemerintah daerah segera mencari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan non-ASN.
Kontributor: Ty

